Headlines

Jempol untuk Panitia Kejurnas Motor Prix. Usai Balap, Langsung Bersih-bersih

869
×

Jempol untuk Panitia Kejurnas Motor Prix. Usai Balap, Langsung Bersih-bersih

Sebarkan artikel ini
Bersih bersih lintasan dilakukan oleh panitia usai hari kedua Kejurnas Motoprix di Limboto. (Foto:dok)
Bersih bersih lintasan dilakukan oleh panitia usai hari kedua Kejurnas Motoprix di Limboto. (Foto:dok)

KABGOR – Mungkin apa yang dilakukan oleh panitia Kejurnas Balap Motor Prix Region D 2023 layak ditiru.

Sebab usai Balap dihari pertama, malamnya mereka langsung melakukan bersih-bersih sebelum balik kerumah masing-masing.

Lelah memang, tapi rasa itu langsung terobati dengan melihat lokasi sirkuit yang bersih.

Dibawah kendali Firmansyah Pomalingo selaku ketua panitia, Iki Katili dengan EO Cats Racingnya dibalap ini, aksi bersih-bersih itu dilakukan agar besok, perlombaan digelar lintasan bersih.

” Ini kami lakukan agar dihari ketiga Kejurnas ini nanti, Minggu disetiap sisi lintasan terlihat bersih dari sampah plastik. Biar enak dilihat,” ujar Imam, sapaan akrab Firmansyah Pomalingo.

Iki Katili dengan pasukannya usai bersih bersih juga menambahkan, apapun yang kita lakukan, sebisa mungkin memberikan kesan yang terbaik.

” Kesan bagi pembalap, yang datang bersama timnya, biar di Kabupaten Gorontalo kebersihan juga menjadi perhatian kita. Paling tidak kita mempromosikan daerah, kita disini begini,” ujar Iki.

Kelas expert di Kejurnas bersama Sang Profesor, Prof. Nelson Pomalingo, Ketua panitia, sekertaris IMI. (foto:dok)

Kejuaraan Nasional atau Kejurnas Motoprix region D, Gorontalo, Papua, Sulawesi resmi digelar selama 3 hari dari Jumat kemarin, hingga Sabtu tadi, dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo.

Nama sirkuit itu terinspirasi dari sosok ini, Sirkuit Sang Profesor yang pertama sepanjang sejarah Provinsi Gorontalo berdiri baru ada di Kabupaten Gorontalo.

Sejak sirkuit ini dibangun, sudah ada 4-5 kali gelaran balap motor ini digelar, hingga mendapatkan kesempatan 2 kali menggelar Kejurnas.

Sang Profesor Nelson memang visioner. Membangun sirkuit permanen yang perlahan namun pasti memiliki kelayakan dengan terus berbenah dan menata diri.

Dari semangat sang profesor inilah pula, mungkin menjadi semangat para panitia yang terjun langsung membersihkan arena sirkuit usai Balap berlangsung. Salut buat tim panitia Cats Racing, dan panitia lainnya dibawah pimpinan Firmansyah Pomalingo dan Bler Hits. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *