Universitas Gorontalo

Mulai Hari Ini, 274 Mahasiswa UG Mengabdi di 3 Kabupaten

314
×

Mulai Hari Ini, 274 Mahasiswa UG Mengabdi di 3 Kabupaten

Sebarkan artikel ini

KAMPUS (RG.COM) – Sebanyak 274 mahasiswa Universitas Gorontalo dijadwalkan akan diterjunkan di 3 kabupaten di Provinsi Gorontalo, mulai Senin (31/7), dalam rangka Kuliah Kerja Pengabdian Angkatan XXIV Gelombang 1 tahun 2023.

Sebelumnya, Sabtu (29/7) akhir pekan kemarin, mereka telah menjalani pembekalan yang diselenggarakan Satuan Pelaksana (Satpel) KKP.

Dalam pembekalan itu, mahasiswa peserta KKP diberikan pemahaman secara umum maupun mendalam terkait pelaksanaan program di lapangan nanti yang disampaikan beberapa pemateri, baik internal maupun eksternal kampus.

Ketua Dewan Pembina YPDLP Gorontalo, Dr. H. Rustam Hs Akili, SE, SH, MH menyampaikan materi tentang peningkatan kualitas masyarakat melalui inovasi sumber daya lokal.

Selanjutnya Ketua Dewan Pengurus YPDLP Gorontalo, Dr. Moh. Rolli Paramata, SE, MM menyampaikan materi tentang peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan potensi lokal.

Sementara Rektor UG, Dr. Sofyan Abdullah, SP, MP menyampaikan materi tentang peran perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat desa.

Materi selanjutnya disampaikan Kepala LP3M UG, Dr. Dikson Junus, M.PA bersama tim monev dengan judul strategi lembaga dalam mengawal program KKP pedesaan.

Dari eksternal kampus, dihadirkan pemateri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gorontalo, Agus Paramata, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang menyampaikan materi tentang kebijakan pemerintah daerah terhadap pembangunan desa.

Sementara Ketua Satpel KKP angkatan XXIV gelombang 1 tahun 2023, Suaib Napir, S.IP, M.Si berharap, dengan adanya pembekalan kepada peserta KKP, maka terjadi penguatan dalam aspek pemberdayaan berbasis potensi lokal.

“Nantinya mahasiswa KKP itu dapat membangun mitra strategis dengan seluruh stakeholder, utamanya pemerintah desa untuk mendorong pemberdayaan masyarakat. Sehingga potensi lokal yang ada di desa yang menjadi lokasi KKP dapat mendorong pada aspek ekonomi yang berbasis potensi lokal,” terang Suaib.

Ia mencontohkan, seperti wilayah perikanan, didorong pada sisi pemberdayaan perikanan dan kelautan.

Kemudian pertanian diharapkan juga bisa didorong pada penguatan dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat pada bidang pertanian.

“Dan untuk sektor swasta juga diharapkan ada aspek-aspek yang juga diarahkan ke sana. Jadi, sangat bergantung pada potensi, di mana mahasiswa KKP Universitas Gorontalo berada,” imbuhnya.

Suaib menjelaskan, dengan melakukan survey desa, kemudian penyusunan dan pelaksanaan program, lalu evaluasi. Maka, dapat ditarik satu program untuk wujudkan terkait dengan pemberdayaan masyarakat, terutama mendorong potensi lokal.

“Intinya KKP ini menjadi bagian di dalam mengaktualisasi keilmuan untuk ditujukan langsung kepada masyarakat. Sehingga yang paling diharapkan, sumber daya mahasiswa ini mampu mendorong pemahaman dasar pemberdayaan masyarakat, sekaligus kalau bisa membangun sebuah aksi nyata. Sehingga model-model pemberdayaan masyarakat pada level pedesaan itu dapat kemudian terwujud,” terangnya

Lebih lanjut kata Suaib, pemberdayaan masyarakat ini menjadi salah satu poin mendasar bagi pemerintah daerah yang memang ingin didorong pada sisi pembangunan desa saat ini.

“Dan ini bukan kebijakan pada level pemerintah daerah, tapi ini merupakan salah sektor yang menjadi kebijakan utama pemerintahan nasional. Sehingga KKP kali ini memang Universitas Gorontalo mendorongnya ke arah sana (pemberdayaan),” pungkasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *