Universitas Gorontalo

Pra Diseminasi, Tim Peneliti Unigo Presentasikan Penyusunan Policy Brief Analisis Permasalahan Stunting di Gorontalo Utara

100
×

Pra Diseminasi, Tim Peneliti Unigo Presentasikan Penyusunan Policy Brief Analisis Permasalahan Stunting di Gorontalo Utara

Sebarkan artikel ini
Pra Diseminasi program penanganan stunting berbasis kampung KB kerjasama BKKBN Provinsi Gorontalo dan Unigo. Dipresentasikan oleh Ketua Tim peneliti, Dr. Firdausi Ramadhani, S.Psi, M.Kes. (Foto : istimewa)

KAMPUS (RG.COM) – Tim peneliti Universitas Gorontalo (Unigo) telah menyelesaikan hasil penelitian terhadap penyusunan Policy Brief Analisis permasalahan stunting di Kabupaten Gorontalo Utara, terpusat di Desa Tolango, Kecamatan Anggrek.

Selama dua bulan melakukan analisis dan kajian terhadap permasalahan stunting di wilayah tersebut, tim peneliti Unigo mulai mempresentasikan hasil penelitiannya, ditandai Pra Diseminasi di hadapan pihak BKKBN Provinsi Gorontalo, Senin (17/7) kemarin.

“Ya, kita tadi sudah melakukan pra Diseminasi di hadapan pihak BKKBN, sebelum nantinya akan dilaksanakan Diseminasi di hadapan seluruh OPD teknis terkait,” ungkap Dr. Firdausi Ramadhani, S.Psi, M.Kes selaku ketua tim peneliti.

Seperti diketahui, penyusunan policy brief dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gorontalo Utara dilakukan kerja sama antara BKKBN Provinsi Gorontalo dengan LP3M Unigo.

Dijelaskan Dr. Firdausi, pada dasarnya, dalam penyusunan Policy Brief ini, pihaknya melihat gambaran dari program-program kampung KB yang sudah berjalan.

“Jadi, program yang dijalankan, beberapa sudah diberikan kepada masyarakat, dalam upaya pencegahan stunting,” ungkap Dr. Firdausi.

Seperti halnya Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang telah menjalankan program Posbindu remaja.

“Ada juga one day one egg dan pemberian makanan tambahan, seperti kacang hijau. Begitu juga untuk ibu hamil diberikan susu dan Tablet Tambah Darah (TTD), termasuk untuk remaja,” urai Dr. Firdausi.

Namun demikian, dari hasil analisis dan kajian yang dilakukan oleh tim peneliti, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unigo itu mengaku, dari program-program telah diberikan, ternyata tidak dilaksnakan dengan baik oleh masyarakat.

“Kalau kita presentasekan, itu hanya kurang lebih 10 persen yang dilaksanakan masyarakat. Misalnya, susu untuk ibu hamil, justru hanya diminum oleh anaknya, bantuan telur yang diberikan justru dikonsumsi oleh anak yang bukan stunting. Sehingga memang perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.

Terhadap kondisi itu, tim peneliti Unigo telah membuat beberapa rekomendasi yang nantinya dapat menjadi tindak lanjut terhadap penyusunan Policy Brief tersebut.

“Kita merekomendasikan, misalnya untuk remaja, nantinya dalam pelaksanaan kerja sama dengan tokoh agama dan tokoh adat, seperti pelaksanaan baiat, perlu disisipkan informasi pentingnya sejak masa remaja harus konsumsi TTD. Jadi, kita menggunakan kearifan lokal,” terang Dr. Firdausi.

Lebih lanjut kata dia, pra diseminasi ini akan ditindaklanjuti dengan diseminasi.

“Itu nantinya dipresentasikan di hadapan semua OPD teknis terkait dengan percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo, khususnya di Gorontalo Utara,” pungkasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *