Dekot

Badut di Lampu Merah Direspon Aleg Dekot Gorontalo

5106
×

Badut di Lampu Merah Direspon Aleg Dekot Gorontalo

Sebarkan artikel ini
salah satu badut yang beraksi di lampu merah. photo (uncil)
  • Editor : Sahril Rasid
  • Reporter : Uncil

GORONTALO (RG.COM) – Ada pemandangan yang sering dilihat belakangan ini keberadaan peminta sumbangan, dan anak anak kecil jualan snack di lampu merah. Fenomena terkini adalah keberadaan badut di setiap lampu merah khususnya di Kota Gorontalo.

Jika kepada sejumlah anak asongan dan peminta sumbangan mendapatkan kritik. Maka berbeda dengan penampilan para badut, yang mendapat perhatian dari salah satu anggota legislatif Kota Gorontalo Suharti Mobiliu.

Baginya, keberadaan badut badut tersebut setidaknya bisa menghibur pengendara dilampu merah. Khususnya anak anak kecil bersama keluarga melewati atau berhenti di lampu merah.

Srikandi dari Partai Hanura menegaskan, tidak ada yang salah dengan keberadaan para badut. Sepanjang mereka tidak menganggu arus lalulintas.

“Selama ini saya melihat mereka tidak menganggu pengguna lalu lintas, dan masyarakat baik baik saja”, Ujarnya

 Bahkan menurut Sekertaris Komisi A tersebut badut badut di lampu merah sangat menghibur pengguna jalan.

“apa lagi masyarakat yang mungkin ada masalah baik dirumah atau pun dikantor, ketika melihat tingkah kocak badut minimal terhibur,saya pun terhibur melihatnya”, ungkap Suharti Mobiliu.

Hanya saja ia meminta agar pelakon badut itu orang yang sudah dewasa. Tidak boleh anak kecil usia sekolah. Sepertinya halnya ada beberapa anak anak kecil yang jual asongan di lampu merah, itu tidak dibolehkan,’ tukas Suharti Mobiliu.

Menurutnya, anak usia sekolah tidak boleh berada di jalanan untuk mencari nafkah. “ Mereka harus berada di sekolah,’ tegasnya.

Keberadaan badut di lampu merah memang berharap sedekah dari para pengendara.  Tidak ada pemaksaan dari pelakon badut.

Seberapapun yang dikasih bahkan tidak memberikanpun parah badut ini tetap berperilaku lucu. Apalagi jika dalam kendaan roda 4 atau dua ada anak anak kecil. ^^^^^

Respon (0)

  1. Kalau boleh sih badutnya adanya si tempat wisata supaya anak² lebih lama berinteraksi,klu di lampu merah tanggung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *