Headlines

Prof Rauf Hatu : Konflik Internal Parpol Sinyal Buruk di 2024

350
×

Prof Rauf Hatu : Konflik Internal Parpol Sinyal Buruk di 2024

Sebarkan artikel ini
Prof Dr Rauf Hatu

Jangan ada “api kecil’ yang bisa memantik api besar dalam tubuh partai saat tahapan bacaleg. Kesapakatan no urut, dapil harus sudah bisa diterima dengan ikhlas sesama bacaleg, dengan pengurus partai. Jika tidak maka kegagalan awal sudah diciptakan baik saat menghadapi dan sesudah pileg.

Penulis/Editor : Sahril Rasid

GORONTALO (RG-COM)—Akademisi Universitas Gorontalo Prof Dr Rauf Hatu M Si mengatakan riak riak perpecahan dalam partai politik mestinya sudah teratasi semenjak penyusunan daftar bakal calon anggota legislatif (Bacaleg).

Jika ini tidak mampu diselesaikan, ini menjadi sinyal buruk bagi partai politik di 2024.

“ Faktanya sudah banyak kejadian, pengembosan partai terjadi bukan karena tidak mendapat dukungan masyarakat. Tapi lebih disebabkan internal partai sendiri,” kata Prof Dr Rauf A Hatu mencermati tahapan bacaleg yang sedang berproses saat ini di KPU.

Diakuinya, saat proses bacaleg,persaingan bukan hanya antara caleg beda partai. Tapi sesungguhnya persaingan itu sengitnya antara sesama caleg diinternal partai di dapil yang sama.

Belum ‘sakit hati’ kader partai yang tidak dapat no urut.

“ Secara Psykologis antara caleg 1-5 misalnya jelas ingin menang. Jika caleg no 1 diuntungkan dari sisi no urut. Maka caleg no 5 juga akan berjuang lebih keras untuk mendapat suara sebanyak banyaknya untuk mengamankan kursi,’ kata Prof Dr Rauf

Dalam pandangannya, mengelola partai itu tidak mudah. Apalagi dalam tubuh partai jabatan dan pengaruh juga terkadang menentukan no urut berapa.
Butuh kebijakan bagi seorang pemimpin partai dalam menentukan no urut dan dapil.

“ Tapi yang terpenting adalah mengelola managemen konflik. Dalam partai itu pasti beda pendapat karena keinginan itu pasti ada, hanya saja kemampuan dalam memenej emosional tiap pengurus partai berbeda beda lah,’ kata guru besar UNG.

“ Sebenarnya ini jawaban saya kepada salah satu pemimpin partai, yang bertanya ke saya. Terkait pandangan saya terhadap partai politik menghadapi pemilu,’ tegas Rauf Hatu sambil tertawa.
Sehingga itu menurutnya, proses rekrutman kader itu menjadi sangat penting. Kedua, adalah kemampuan pemimpin partai dalam memahami karakter dan jiwa pengurus partai.

“ Dan terpenting kepiawan seorang pemimpin parpol itu menjadi kunci utama,’ kata Rauf Hatu.

Pemimpin partai jelas bukan hanya keras, dan tegas. Tapi mampu mengakomodir segala kepentingan partai.
“ Karena posisi pemimpin partaipun jika tidak kuat. Pasti akan didongkel oleh sesama rekan partai. Itulah dinamika partai dan dalam kacamata politik itu ‘halal’,” kata Rauf Hatu *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *