Pemkab Pohuwato

Resmikan Jalan 2,5 KM di Desa Puncak. Bupati Pohuwato Bertekat Tidak Akan Ada Lagi Desa Terpencil

158
×

Resmikan Jalan 2,5 KM di Desa Puncak. Bupati Pohuwato Bertekat Tidak Akan Ada Lagi Desa Terpencil

Sebarkan artikel ini
suasana peresmian jalan di desa puncak di Kabupaen Pohuwato

GORONTALO (RG)—Jalan sepanjang 2,5 kilometer yang didanai dana PEN,di desa Puncak Jaya Kecamatan Taludi Kabupaten Pohuwato akhirnya di resmikan bupati Kabupaten Pohuwato Saipul M Mbuinga.

Desa Puncak asalah salah satu desa yang cukup jauh dari ibu Kota Kabupaten Pohuwato. Namun demikian, dengan selesainya jalan ini akses masyarakat dan pertanian kini terbuka.

Pemerintah Pohuwatopun kini giat untuk menghubungkann desa Puncak dengan desa lainnya. Mengigat, desa puncak ini salah satu desa penghasil buah buahan seperti Nenas, serta salah desa penghasil kedelai yang cukup besar.

Wajar kemudian, masyarakat Desa puncak menyambut dengan suka cita kehadiran bupati Pohuwato Saipuk Mbuinga dan rombongan yang bukan saja meresmikan pemanfaatan jalan. Tapi melihat dari dekat sejumlah fasilitas publik yang buruh perhatian pemerintah.

” Saya berharap, nantinya bukan cuma jalan ini. Tapi jalan desa yang menghubungkan dengan desa lain dan akses pertanian itu juga dibangun. Tapi memang tidak bisa sekaligus=, bertahap, mengigat dananya juga terbatas,’ kata Saipul Mbuinga.

Saipul Mbuinga menegaskan konsep pembangunan di Pohuwato, salah satunya infrastruktur jalan. Ia bertekat tidak ada namanya desa terpincil. Biar jauh, tapi akses jalan bisa terhubunng. Insyaallah ruas jalan lainnya yang ada di desa ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Saipul Mbuinga.

“Ya, masih ada beberapa ruas jalan yang disampaikan oleh kades akan menjadi atensi kami juga. Jalan yang ada ini kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk akses pertanian”,terangnya.

Disisi lain, Bupati Saipul Mbuinga menginginkan kedepan agar Desa Tirto Asri kiranya menjadi ikon dari tanaman kedelai. Karena ada 100 Ha yang disiapkan untuk tanaman kedelai.

Kemudian untuk Desa Puncak Jaya dengan hasil nenas kiranya menjadi maju dan bisa dikenal, sehingga wujud untuk menjadikan desa wisata buah terwujud. Apalagi tanaman nenas ini baru kali ini dicoba yang hasilnya menggembirakan pula.

Selanjutnya Bupati Saipul meninjau jembatan yang rusak akibat abudmen di Desa Puncak Jaya kearah sub C. Kemiringan dari jembatan itu akibat sungai yang sudah melebar yang mengakibatkan banjir sehingga jembatan yang dilalui oleh petani mengalami kemiringan. Kemudian juga meninjau genangan air yang dikeluhkan oleh warga sekitar yang ada di Desa Puncak Jaya.

Menurut Plt. Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit bahwa untuk jembatan ke sub c akan dilihat alokasi anggaran pada APBD Perubahan atau di 2024 tergantung ketersediaan anggaran.

Karena penanganan tersebut butuh anggaran kurang lebih Rp 1 Miliar di tambah penanganan jalan 1 KM kearah perkebunan masyarakat. Untuk genangan air kata Risdiyanto, akan segera dilakukan penanganan galian saluran mengarah ke sungai yang ada di dekat genangan tersebut.(RG/I-ONE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *