oleh

Festival Mandi Safar di Atinggola Bisa Go Internasional

GORUT (RAGORO) – Kecamatan Atinggola di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tidak hanya terkenal dengan keindahan Pantai Minanga.
Sebelum pantai yang terletak di Desa Kotajin Utara itu dikenal khayalak ramai, jauh sebelum itu wisata budaya ritual atau festival Mandi Safar telah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Atinggola.
Kini, di era pemerintahan Bupati Gorut, Thariq Modanggu, festival Mandi Safar didesain lebih meluas.
Tidak hanya sekadar ritual, tapi juga ikut mengangkat dan melestarikan beberapa jenis permainan tradisional, kemudian dikemas secara milenial, tapi tetap mempertahankan keluhuran adat dan budaya.
Menurut Thariq, mandi safar sebagai ritual tahunan yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Atinggola merupakan aset kearifan lokal yang patut dilestarikan di masa-masa mendatang.
Makanya, mulai tahun depan, Ia berharap, tradisi ini tidak hanya diramaikan warga Atinggola dan masyarakat Gorontalo Utara pada umumnya, tapi juga harus dipromosikan dan didesain lebih menarik.
“Sehingga tradisi ini mengundang minat masyarakat Provinsi Gorontalo hingga di tingkat nasional bahkan internasional untuk selanjutnya menyaksikan langsung ritual ini,” ujarnya.
Apalagi lanjut kata Thariq, panorama alam dan pantai Minanga beserta destinasi wisata lainnya di Kecamatan Atinggola, tidak kalah menariknya dibanding destinasi wisata lainnya di Indonesia, seperti halnya di Pulau Bali.
Untuk itu, Thariq berharap tradisi mandi safar perlu dipromosikan secara luas dengan memanfaatkan media sosial, seperti instagram, Facebook, YouTube dan media jejaring sosial lainnya agar bisa mendunia.
Bahkan kata Thariq, dirinya siap mempromosikan pelaksanaan Festival Mandi Safar tahun ini untuk didesain oleh tim IT agar bisa tersebar di berbagai jejaring media sosial.
“Saya akan buatkan seluruh rangkaian acara pelaksanaan ritual mandi safar ini dalam sebuah video yang memenuhi standar sinematografi untuk dapat di upload ke Y
Youtube guna untuk menarik perhatian para wisatawan dan juga dalam hal promosi wisata Pantai Minanga,” paparnya.
Menurutnya, hal itu sangat penting agar ke depan, tradisi Mandi Safar tidak hanya sekadar ritual belaka, tapi dapat memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Atinggola dan tentu Kabupaten Gorontalo Utara pada umumnya.
“Ke depan mungkin tidak hanya ritual dan perlombaan tradisional. Tapi, festival Mandi Safar akan didesain semenarik dan semeriah mungkin. Ke depan akan digelar berbagai lomba, diantaranya lomba pidato Bahasa Atinggola, Bahasa Gorontalo, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” imbuhnya. (RG-56)

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *