GorutPemkab Gorut

Hasil Penelitian Diseminarkan, Thariq Harap Berdampak Turunnya AKI-AKB di Gorut

145
×

Hasil Penelitian Diseminarkan, Thariq Harap Berdampak Turunnya AKI-AKB di Gorut

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorut, Thariq Modanggu saat hadir dan membuka seminar akhir faktor risiko tingginya kematian ibu dan anak di Kabupaten Gorut. (Foto : hms_kominfogorut)
GORUT (RAGORO) – Faktor risiko tingginya kematian ibu dan anak di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), hasil penelitiannya telah diseminarkan, Senin (5/9) kemarin.
Penelitian yang dilaksanakan Pusat Studi Ilmu-ilmu Kesehatan, Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG kerja sama dengan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kabupaten Gorut itu diseminarkan di Hotel New Rachmat, Kota Gorontalo.
“Pada prinsipnya kami mengapresiasi hasil dari tim peneliti,” tutur Bupati Gorut, Thariq Modanggu, usai hadir membuka seminar penelitian tersebut.
Menurutnya, penelitian itu bukan hanya research for science (riset untuk ilmu pengetahuan), walaupun dikerjakan perguruan tinggi, tapi penelitian untuk kebijakan.
“Artinya, benar-benar hasil penelitian ini sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan di bidang kesehatan, lebih khusus pencegahan tingginya angka kematian ibu dan anak dalam persalinan,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Thariq berharap, rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan  agar bisa di break down. Artinya, bisa diturunkan ke dalam kebijakan dan program kegiatan masing-masing OPD terkait.
“Supaya benar-benar penelitian ini berdampak terhadap turunnya angka kematian ibu dan anak di Gorontalo Utara,” harapnya.
Ada beberapa rekomendasi dari penelitian itu, diantaranya, soal ketenagaan terkait dengan SDM tenaga kesehatan, peran penyuluh, peran posyandu, peran puskesmas, peran pemerintah desa, dan peran aparat desa.
Khusus peran pemerintah desa dan aparat desa, menurut Thariq ini kaitan dengan tiga hal. Pertama, soal ekonomi.
“Artinya, ini berarti bahwa persoalan dana desa itu juga harus berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan program harus jalan dan menyentuh kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Yang kedua, soal penyuluhan. Dalam hal ini, peran suami penting sebagai pendamping istri.
“Setiap suami harus paham betul kebutuhan istri saat hamil, baik itu rasa aman, psikologi, dan juga ya suplai,” katanya.
“Artinya, jangan sampai tidak makan, apalagi tidak makan ya atau gizi buruk, itu juga harus jadi perhatian suami,” sambung Thariq.
Ketiga, pemerintah desa. Pihaknya berharap dengan analisa faktor-faktor itu kemudian bisa berdampak kepada akhirnya semua dokumen penelitian yang benar-benar bisa dirujuk atau bisa dijadikan acuan dalam merumuskan kebijakan kesehatan di Gorontalo Utara, tentu pemerintah desa ikut berperan didalamnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *