Gorontalo UtaraPemkab Gorut

Diterima Secara Adat di Tolinggula dan Biau, Ini yang Thariq Sampaikan

155
×

Diterima Secara Adat di Tolinggula dan Biau, Ini yang Thariq Sampaikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorut, Thariq Modanggu bersama istri, Ny. Mariyati Modanggu Mohamad saat diterima secara adat di Kecamatan Tolinggula, Senin (4/7) kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorut, Ny Mariyati Modanggu Mohamad secara bertahap menjalani prosesi adat Mopotilolo di wilayah kecamatan yang ada di daerah itu.

Setelah Sabtu (2/7) akhir pekan kemarin, diterima di Kecamatan Tomilito, Thariq dan istri, Senin (4/7) kemarin, diterima di Kecamatan Tolinggula pada pagi hari dan dilanjutkan siang harinya di Kecamatan Biau.

Mopotilolo adalah upacara kebesaran dan kehormatan prosesi penyambutan ketika tamu kehormatan atau kepala daerah yang pertama kali berkunjung ke wilayah kecamatan di daerah yang dipimpinnya.

Kegiatan ini sebagai bentuk syukur terhadap kepala daerah yang baru atau mulai memimpin di wilayah Gorontalo, khususnya Gorontalo Utara.

Adapun prosesi adat Mopotilolo diawali dengan penyambutan di gerbang adat oleh sejumlah tokoh adat. Sambil diiringi oleh genderang adat dan lagu-lagu sanjungan, serta dikawal oleh pasukan adat.

Dengan telah menjalani prosesi adat Mopotilolo, maka Bupati Gorut, Thariq Modanggu sudah diterima dengan baik oleh warga di wilayah kecamatan yang didatangi dan sudah diperbolehkan untuk melakukan lawatan dan kunjungan kerja di wilayah tersebut.

Adapun rangkaian kegiatan acara adat Mopotilolo dilanjutkan dengan sungguhan minuman dan kue adat Gorontalo serta ucapan selamat datang di wilayah yang dikunjungi dari para pemangku adat.

Bupati Gorut, Thariq Modanggu pada dasarnya berterima kasih kepada pihak kecamatan atas penyambutan adat tersebut.

Di waktu yang tidak sampai dua tahun ke depan memimpin Gorontalo Utara, Thariq ingin ada kesan dan makna yang terkandung.

“Meski singkat, tapi bermakna. Saya tidak ingin hanya jalan di tempat, saya ingin cepat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, dirinya telah mencanangkan 6 agenda strategis dalam 18 bulan ke depan dan semuanya dalam rangka percepatan.

Satu dari 6 agenda strategis tersebut, yakni, percepatan peningkatan budaya kerja birokrasi.

“Jadi harus cepat, tidak boleh lambat-lambat. Melayani, bukan minta dilayani,” tukasnya.

Percepatan ini perlu dilakukan, dalam rangka memaksimalkan program kerja yang telah disusun dan direncanakan.

“Makanya saya mohon maaf, saat mutasi kemarin, ada 3 (tiga) orang yang non job. Sehingga itu, tidak boleh lagi kita lambat-lambat dalam bekerja,” ujarnya.

Selanjutnya, percepatan pelayanan publik. Kantor-kantor OPD diminta untuk melakukan percepatan pelayanan kepada masyarakat.

“Makanya terkait dengan itu, untuk agenda strategis ke- 5, yakni percepatan tata kelola desa. Nantinya kami agendakan tiga hari berada di desa di setiap kecamatan dan insya Allah tidak akan membebani masyarakat,” imbuhnya.

Pada dasarnya, Thariq ingin berupaya menyelesaikan persoalan di desa dalam tiga hari tersebut. Mulai dari infrastruktur, pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

“Itu akan turun semua tim yang ada di kabupaten,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *