Gorut Lahir dari Tradisi Literasi yang Kuat

438
ADV
10
Plt Bupati Gorut, Thariq Modanggu dalam salah satu kesempatan kegiatan pemerintah daerah. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu menyebut, Kabupaten Gorontalo Utara yang tahun ini berulang tahun ke- 15, lahir dari tradisi literasi yang kuat.

Bukan hanya sekadar ungkapan, namun Thariq mengatakan ada dua catatan sejarah pembentukan Kabupaten Gorut yang perlu diketahui khalayak ramai.

Perjuangan pembentukan Kabupaten Gorut berlangsung kurang lebih 40 tahun lamanya ditambah era dirinya dan rekan-rekan selama 3 tahun. Dan perjuangan itu tetap hidup hingga akhirnya Kabupaten Gorontalo Utara terbentuk pada tahun 2007.

“Karena kami menemukan sebuah dokumen yaitu dokumen resolusi Gorontalo Utara yang dilahirkan dalam rapat tanggal 17-18 Desember 1966 di Kecamatan Kwandang,” imbuhnya.

“Jadi, dokumen itu produk tahun 1966 masih ejaan lama, kertasnya licin, tipis dan masih terjaga,” sambungnya.

Masih lanjut Thariq, bahwa ternyata dokumen itu berisi kajian-kajian sosiologis, antropologis, ekonomi, politik pertahanan yang melatari kelahiran Gorontalo Utara.

“Sehingga dokumen itu menjadi satu hal yang mengilhami kami (tim KPK) dalam menyusun berbagai dokumen pembentukan Gorontalo Utara,” terangnya.

Selanjutnya, tradisi literasi dalam pembentukan Kabupaten Gorut juga tertanda dalam lambang daerah terbungsu di Provinsi Gorontalo itu.

“Kalau kita lihat dengan cermat, lambang Kabupaten Gorontalo Utara itu layaknya buku yang terbuka. Dan ini menunjukkan Gorontalo Utara terbentuk karena tradisi literasi yang kuat. Dan tentu hanya bisa maju dan berkembang dengan tradisi literasi,” jelasnya.

Sehingga lebih lanjut Thariq mengatakan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai orang yang membaca. Tapi, pada perkembangannya, literasi berkembang pesat, bahwa dengan itu maka seluruh aktivitas yang dibangun atas dasar pengetahuan, kebudayaan, teknologi, seni, agama, itu disebut literasi.

“Oleh karena itu saya ingin sampaikan bahwa bangunan literasi ini menjadi spirit kita untuk membangun Gorontalo Utara ke depan,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *