KabgorKabgor Pemkab

Bersama Alumni SPP/ SPMA 87, Nelson Reunian

144
×

Bersama Alumni SPP/ SPMA 87, Nelson Reunian

Sebarkan artikel ini
Reuni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) angkatan 1987. (foto:dok)

KABGOR -Secara khusus sebagai mantan guru, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menghadiri Reuni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) angkatan 1987.

Reuni Guru dan para siswa SPP/ SPMA 87 itu dilaksanakan dikediaman Ahmad Basar K Baderan yang juga sebagai sekertaris dinas perkim Kabupaten Gorontalo, Selasa (10/5).

Dalam sambutannya, Nelson Pomalingo meminta agar SPP/ SPMA itu tetap eksis. Karena secara historis dulu itu satu – satu sekolah pertanian di Gorontalo adalah SPP /SPMA.

Ia mengisahkan, dulu semua orang enggan bangun sekolah pertanian padahal potensi pertanian
Sebagai potensi Indoensia dan potensi daerah.

“Dulu itu hanya STM,SPG, dan SGO. pertanian tidak terkenal padahal potensi Indonesia, potensi gorontalo adalah pertanian,” ungkap Nelson.

Karenanya, Dengan pengalaman itu dirinya mendirikan SMA pertanian walaupun dengan susah payah keluar izin karena harus diurus di manado waktu itu.

“tiga tahun di manado waktu itu izinnya baru kelaur. Sehingga itu juga tekad saya bersama teman – teman dan para tokoh untuk berdirinya provinsi Gorontalo pisah dari manado demi membangun negeri dan daerah serta semangat membangun pertanian,” tukas Nelson.

Bahkan sejak menjadi Bupati dirinya menetapkan pertanian sebagai program prioritas pembangunan terutama dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan itu menempatkan sumber daya manusia ahli pertanian pada dinas pertanian hingga para pemyuluh.

Bupati dua periode itu mengatakan, akan membrikan apresasi dan penghargaan kepada guru – guru SPP dan SPMA sebagai perintis pertanian.

“Saya akan memberikan penghargaan kepada perintis sumber daya manusia pertanian di Gorontalo,” kata Nelson.
Ia pun mendoakan para guru -guru yang masih ada agar diberikan kesehatan dan bagi guru yang masih eksis kita dorong termasuk alumni -alumni.

Terkahir, Nelson berharap kegiatan alumni bukan saja reuni dan kumpul -kumpul tapi bagaimana memberikan kontribusi kepada alumni.

“Artinya, jika ada alumni yang mengalami kesulitan, sakit mohon dibantu termasuk keadaan guru – guru juga dibantu melalui kontribusi alumni yang masih sehat dan eksis serta memiliki kelebihan,” tandas Nelson. (RG.53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *