oleh

Sistem SIMDA Catat, Realisasi Fisik Pemkot Hingga Maret Capai 17,11 Persen

PEMKOT (RAGORO)- Progres capaian realisasi di Kota Gorontalo selama tiga bulan pertama ditahun 2022 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian realisasi Pemerintah Kota Gorontalo hingga di akhir bulan Maret 2022 yaitu realisasi fisik 17,11 dari target 21,08. Sementara, realisasi keuangan 13,20 dari target 20,22. Hal ini berdasarkan karena sistem yang berubah dari SIMDA menjadi SIPD. Menyikapi hal tersebut, Sekretris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid mengungkapkan, bagi OPD penerima dana DAK, dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar senantiasa memacu program dan kegiatannya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Diharapkan kepada Pimpinan Unit/Instansi untuk lebih peka terhadap permasalahan terkait dengan tupoksi dan penyerapan anggaran serta berupaya mengantisipasi sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang kompleks.

Serta dalam melaksanakan program/proyek pembangunan, agar selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama yang berkaitan dengan sistem akuntabilitas keuangan, “ujar Ismail Madjid dalam sambutan Walikota Gorontalo pembukaan kegiatan Rakorev Triwulan I Kota Gorontalo tahun 2022, bertempat di Aula Banthayo Lo Yiladia, Rabu (13/4/22) kemarin. Lanjut, Ismail mengatakan, penyelenggaraan rapat koordinasi dan evaluasi penyerapan anggaran dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai oleh setiap OPD dalam rangka pembangunan daerah, dan sejauh mana penyerapan anggaran ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, berbagai keterbatasan dan kendala dihadapi didalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang menuntutut kita untuk lebih bersungguh-sungguh dan serius dalam melaksanakan akselerasi kegiatan program pembangunan serta mengikuti terus perkembangan informasi.

“Perlu saya ingatkan bahwa progres capaian realisasi yang dilaksanakan sudah memasuki triwulan II. Artinya, posisi triwulan I harus sudah pada progres 26 persen baik fisik maupun keuangan, namun menyimak laporan yang disampaikan oleh Kaban Pembangunan deviasi fisik 3,97 persen dengan realisasi 17,11. Sedangkan deviasi kewuangan 7,01 persen dengan realisasi 13,20 persen. Dengan harapan, para pimpinan OPD agar memperhatikan dan mengingatkan staf entri tentang batas pengimputan realisasi pada aplikasi E-monep, “harapnya.(lev).

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *