KotagorPemkot

BPM Reguler Kawasan Bugis di Resmikan

166
×

BPM Reguler Kawasan Bugis di Resmikan

Sebarkan artikel ini
Wawali Ryan F. Kono saat memberikan sambutan pada persemian program Kotaku, Selasa (8/3, Foto PKP).

PEMKOT (RAGORO)– Infrastruktur skala lingkungan lewat Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Reguler kawasan bugis melalui program Kotaku (Kota tampa kumuh) tahun 2022 di Kota Gorontalo, secara resmi di buka oleh Wakil Walikota Gorontalo Ryan F. Kono. Hal tersebut seperti yang terlihat pada acara peresmian infrastruktur skala lingkungan BPM reguler yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel bertempat di kawasan Kelurahan Bugis, Selasa (8/3/22) kemarin. Perwakilan Pemerintah Kota, Wawali Ryan F. Kono dalam sambutannya menyampaikan, bahwa salah satu target Pemerintah Kota Gorontalo dalam hal penataan fisik kota adalah melakukan penataan kawasan permukiman dalam rangka pengurangan luasan kawasan kumuh yang ada dan sudah ditetapkan melalui SK Walikota Gorontalo.

“Dengan total luas kawasan kumuh 206,77 hektar, syukur alhamdulillah melalui berbagai kegiatan yang bersumber dari APBN melalui program Kotaku khususnya Bantuan Pemerintah untuk Mayarakat (BPM) di lima (5) kelurahan yang masuk dalam SK Kumuh ditambah dengan 10 Kelurahan yang memperoleh alokasi kegiatan Cash For Work (CFW) telah memberikan kontribusi dalam hal pengurangan kawsan kumuh di Kota Gorontalo salah satunya di Kawasan Bugis, “ujar Ryan dalam sambutannya. Lanjut, sampai dengan tahun 2021, pencapaian pengurangan kumuh di Kota Gorontalo kata Ryan, sebesar 95,53 hektar dari total luas kumuh 206,77 hektar. Sehingga, sisa luasan yang masih akan ditargetkan dalam dua tahun kedepan seluas 111,24 hektar.

Olehnya, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Gorontalo, Ryan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Ketua DPR RI bersama Kementerian PUPR, lewat BPPW Gorontalo yang telah memberikan kontribusi unutk membantu pengurangan kumuh di Kota Gorontalo. “Hal ini tentunya sangatlah membantu masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi akibat terdampak oleh pandemi sekaligus menjadi potensi bagi peningkatan perekonomian daerah. Terpenting adalah, kedepan bagaimana kita secara bersama-sama dapat menjaga lingkungan yang telah tertata ini, “pintahnya.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *