Universitas Gorontalo

LPPM UG Tindaklanjuti MoU Dengan UIB

198
×

LPPM UG Tindaklanjuti MoU Dengan UIB

Sebarkan artikel ini

KAMPUS (RAGORO) – Sebagai tindaklanjut MoU antara Universitas Gorontalo (UG) dan Universitas Islam Bandung (UIB), LPPM UMGO dan LPPM UIB belum lama ini telah melaksanakan Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait teknis-teknis yang telah disepakati sebelumnya.

Ketua LPPM UG, Dr. Roy Moonti, SH., MH saat dikonfirmasi menjelaskan tentang ruang lingkup PKS yang telah disepakati bersama LPPM UIB. Diantaranya, kegiatan peningkatan kapasitas peneliti dan pengabdi, kegiatan kerjasama dan peningkatan kapasitas profil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan kerjasama penelitian atau join riset, pengabdian kepada masyarakat dan inovasi, diseminasi dalam bentuk temu ilmiah.

Terkait dengan temu ilmiah, kata Roy, ada beberapa item, yakni workshop, referensi dan seminar, baik itu yang sifatnya nasional maupun internasional, serta publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Kemudian ruang lingkup terkait dengan kerjasama implementasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan nasional. Dan yang terkahir adalah terkait dengan kegiatan lainnya yang disepakati oleh kedua pihak. “Kami berharap implementasinya berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Bidang Mahasiswa, Alumni dan Kerjasama, Dr. Dikson Junus, MPA menjelaskan, bahwa penandatanganan PKS ini merupakan kelanjutan dari MoU yang telah disepakati Rektor UG dan Rektor UIB
pada 24 Januari 2022.

“Ini merupakan PKS pertama antara kedua belah pihak. Setelah LPPM, unit-unit kerja lainnya seperti Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Teknik juga akan melakukan hal serupa,” terang Dikson.

Kedepan, UG dengan UIB akan menjadi satu komuniti ataupun berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tridharma perguruan tinggi. Nah, ada 3 aspek sebenarnya yang menjadi ruang lingkup besar dari kegiatan ini, pertama bidang kemahasiswaan. Kegiatan kemahasiswaan ini tentunya akan berkait dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kegiatan akademik dan non akademik dan uji kompetensi.

Kedua, kapasitas dosen, yakni terkait dengan pendidikan dan pengajaran. Ada kognisi dosen, yakni mendatangkan tenaga-tenaga ahli yang ada di UIB untuk melaksanakan perkuliahan di UG atau juga sebaliknya, termasuk kegiatan publikasi.

Dan ketiga adalah institusi. Ini nantinya akan berkaitan dengan lembaga penjaminan mutu yang ada di UG. Apakah itu terkait dengan training mutu perguruan tinggi, atau mungkin berkaitan dengan kerjasama internasional, karena UIB saat ini sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. “Tentunya ini sangat menguntungkan bagi UG dalam rangka meningkatkan kerjasama luar negri,” tambahnya.

Sesuai pantauan awak media, kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UG, Dr. Ibrahim Ahmad, Wakil Rektor III, Dr. Dikson Junus, Kepala LPPM UG, Dr. Roy Moonti, dan 2 orang staf rektorat UG. Sementara dari UIB, mewakili rektor yakni Wakil Rektor Bidang Kerjasama Internasionalisasi dan Hubungan Masyarakat, Kepala LPPM UIB dan seluruh pejabat struktural yang ada di LPPM UIB. (rg-63)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *