DPRD Provinsi

Abrasi Sungai Alopohu Mencemaskan Warga, Jembatan Hulude Da’a Harus Direhab

228
×

Abrasi Sungai Alopohu Mencemaskan Warga, Jembatan Hulude Da’a Harus Direhab

Sebarkan artikel ini
Kondisi abrasi dari DAS Alopohu dan jembatan Hulude Da'a di desa Limehu kecamatan Tabongo kabupaten Gorontalo, yang diharap warga setempat, untuk segera beroleh perbaikan dari pemerintah. (foto: nurdin/RG-2022)

TABONGO (RG) – Musim penghujan yang tidak sedikit dampaknya menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor, diharapkan oleh jajaran Deprov Gorontalo, untuk sesegera mungkin pula, beroleh kepekaan dan perhatian dari pemerintah serta instansi terkait. Guna menindaklanjuti perbaikan dan hal-hal yang dibutuhkan pembenahannya.
Seperti kondisi yang hingga Jumat (25/2) sore kemarin, yang mencemaskan warga di desa Limehu kecamatan Tabongo kabupaten Gorontalo. Terkait adanya abrasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Alopohu dan kondisi jembatan Hulude Da’a. Yang diharapkan masyarakat, agar sesegera mungkin beroleh penanganan atau perbaikannya dari pemerintah dan instansi terkait. Agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, apalagi korban jiwa. Jika hujan dan arus air lebih deras menghantam kawasan tersebut. “Akibat abrasi itu, untuk sementara, kami menahannya dengan benda-benda ala kadarnya, seperti bekas sabuk kelapa yang diisi ke dalam karung. Namun air tetap bisa menerobos dan merusaknya,” ungkap masyarakat sekitar.
Menyikapi hal ini, jajaran tim daerah pemilihan (dapil) III Kabupaten Gorontalo (Kabgor) A, mengaku prihatin dan akan segera mengkoordinasikannya dengan instansi terkait. “Kami akan segera mengkoordinasikannya dengan instansi terkait, baik di Kabupaten Gorontalo maupun provinsi, serta instansi vertikal seperti Balai Sungai, atau Balai Jalan. Akan kewenangan penanganan terkait abrasi dan perbaikan jembatan di desa Limehu kecamatan Tabongo itu,” jelas jajaran tim dapil III Kabgor A, seperti Wakil Ketua Deprov, Awaludin Pauweni, Espin Tulie, Siti Nurain, Adnan Entengo, Arifin Djakani, dan Fadli Hasan.
Bahkan, Espin Tulie menambahkan, dirinya belum lama melintas di kawasan tersebut. “Memang, penanganan abrasi di DAS Alopohu itu, sudah harus dilakukan. Sementara, terkait jembatannya, sudah harus direhab, sebelum kondisinya makin parah,” harap Espin Tulie. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *