DPRD Provinsi

Pembebasan Lahan ‘PR’ di Bendung Bulango Ulu

225
×

Pembebasan Lahan ‘PR’ di Bendung Bulango Ulu

Sebarkan artikel ini
Kunjungan reses anggota tim dapil II kabupaten Bone Bolango, Yuriko Kamaru, di lokasi bendung Bulango Ulu, kecamatan Bulango Utara, belum lama ini. (foto: dok)

BULANGO UTARA (RG) – Pembebasan lahan masih menjadi ‘PR’ alias Pekerjaan Rumah di lokasi pembangunan proyek strategis nasional bendungan Bulango Ulu, yang berlokasi di desa Tulaa kecamatan Bulango Utara, kabupaten Bone Bolango (Bonbol). Dimana, dari kunjungan reses anggota tim dapil II kabupaten Bonbol, Yuriko Kamaru, proyek yang dibandrol dengan total anggaran bersumber dari APBN senilai Rp 2 Trilyun lebih, dan multiyears atau dalam jangka waktu beberapa tahun hingga 2024 itu, masih menyisakan kebutuhan akan pembebasan lahannya di sejumlah lokasi. Yang dari pihak kementerian PU-PR melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II sendiri, diharapkan kesemua hal yang menyangkut kebutuhan pembebasan lahan di lokasi bendung itu, sudah harus selesai paling lambat pada Maret 2023 mendatang. Karena disesuaikan dengan tahapan pekerjaan untuk mengejar target perampungannya pada tahun 2024 tersebut. “Untuk itu, saya berharap dukungan bersama, dari lintas instansi terkait, seperti BPN, pemerintah provinsi dan kabupaten Bonbol, serta masyarakat pemilik lahan di sekitar bendungan Bulango Ulu yang masih harus dibebaskan ini. Agar tidak harus menunggu kesemua pembebasan lahannya, selesai di bulan Maret 2023 itu.” harap Yuriko. “Namun sedapat mungkin, sudah selesai pemenuhan kebutuhan lahannya, paling lambat di bulan Desember 2022. Sehingga, masih ada waktu, untuk merampungkan hal-hal yang sekiranya masih dibutuhkan, untuk melengkapi beragam administrasi pendukungnya, sebelum Maret 2023 tersebut.” imbuh Ketua Fraksi Nasdem-Amanat ini.

MULTI FLIER EFFECT
Karena, ditambahkan Yuriko, sebuah keuntungan tersendiri, bagi rakyat di provinsi Gorontalo dan di kabupaten Bonbol dengan bakal hadirnya bendung Bulango Ulu itu. “Dimana, akan ada multi flier effect atau beragam manfaat, dari bakal beroperasinya bendung Bulango Ulu tersebut. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pengairan bagi para petani, pencegahan banjir, pemanfaatan untuk tenaga listrik, hingga dukungan peningkatan ekonomi kesejahteraan pada masyarakat sekitar, dari hadirnya bendung Bulango Ulu yang bisa dijadikan obyek wisata baru,” jelas Yuriko Kamaru. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *