Headlines

Marten Diberi Nilai 90, Mampukah Walikota Berikutnya Menyamai Prestasi Itu

137
×

Marten Diberi Nilai 90, Mampukah Walikota Berikutnya Menyamai Prestasi Itu

Sebarkan artikel ini
Walikota Marten A. Taha ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai dirinya membuka FKP yang diselenggarakan Bapppeda Kota Gorontalo, baru-baru ini. (Foto dok PKP).

GORONTALO (RAGORO) – Kerja-kerja besar yang ditorehkan Marten Taha selama memimpin Kota Gorontalo telah mematok standar yang tinggi di Kota Gorontalo, maka beban Walikota setelah Marten nanti akan sangat berat sekali.

Sebab pemimpin yang baru harus lebih hebat dari pemimpin sebelumnya. Lalu seperti apa Marten di mata pejabat Pemkot. Dari semua pejabat Pemkot yang pernah diwawancarai, rata-rata memberikan angka 90 ke atas.

Bahkan kata Kepala Kesbangpol Kota, Arifin Mohammad, mengatakan, kalau di kepegawaian ada standar nilai dalam DP3 yaitu kalau 80 nilainya baik, tetapi kalau 90 itu namanya sangat baik.

Tetapi untuk Arifin berani memberi nilai 100. “ini bukan koprol, anda semua bisa menilai apakah penilaian saya tadi berlebihan atau tidak,” katanya serius. Sekda Kota, Ismail Madjid secara terpisah juga mengatakan kalau Marten Taha punya tipologi kepemimpinan yang berbeda.

Caranya mengayomi para bawahan boleh dibilang istimewa, semua orang tahu kalau Marten Taha adalah Walikota sangat menghormati semua bawahannya. Selama menjadi Walikota, Marten tak pernah terdengar marah bahkan bicara keras pun tak pernah, tetapi dia mampu menata orkestra pemerintahan, sehingga bisa melahirkan suara musik yang indah.

Dengan keterbatasan SDM maupun SDA, Marten Taha mampu membawa Pemkot meraih berbagai penghargaan. Jadi kalau ditanya apa yang sangat sulit disamai oleh Walikota berikutnya? Ismail menyebut Parasamya Purna Nugraha yang diraih Pemkot beberapa waktu lalu.

40 tahun silam di era Bupati Kasmat Lahay, Pemda Kabupaten Gorontalo pernah meraihnya, dan setelah itu tak pernah ada lagi daerah di Gorontalo yang bisa meraihnya.

Bahkan di Indonesia, penghargaan tertinggi di bidang pemerintahan ini sangat langka, tidak banyak daerah yang mampu meraihnya, karena untuk mendapatkan Parasamya ini banyak sekali aspek yang dinilai dan penilaian ini dilakukan selama 3 tahun berturut-turut.

Kesuksesan Marten memimpin Kota Gorontalo tentu saja karena pengalaman-pengalamannya memimpin berbagai organisasi. Sejak Mahasiswa sudah terpilih memimpin HMI dan di masa itu sangat tidak mudah menjadi Ketua HMI.

“terus terang saya benar-benar kagum pada Pak Wali, bayangkan dalam usianya yang sekarang ini dia masih saja kuliah untuk meraih gelar Doktor,” katanya.

Sebagai seorang politisi, Marten memang unik. Lihat saja cara dia memimpin benar-benar sangat lembut padahal pendapat banyak politisi memimpin birokrat harus keras, tetapi buktinya dengan lembut.

Marten bisa menjadikan pemerintahanya sangat berprestasi, kurang lebih ada 240 penghargaan yang disabet Pemkot hampir 8 tahun ini.

Gayanya memimpin telah menimbulkan kesejukan. Kabinetnya bisa bekerja tanpa tekanan. Dengan semua kesejukan dan kenyamanan itu, para pejabat juga bisa tidur nyenyak karena tak ada yang menghantui mereka. Selama dipimpin Marten, Pemkot terus menyabet penghargaan dari KPK.

Pemerintahan Marten memang dinilai bersih. Begitu juga dari BPKP, begitu Marten memimpin Kota Gorontalo, dia tak butuh lama menata sistem keuangan Pemkot.

Hanya dalam hitungan bulan, karena setahun kepemimpinannya WTP pertama untuk Kota Gorontalo sudah diraih. WTP pertama ini sekaligus mencatatkan nama Marten Taha sebagai Walikota pertama yang bisa meraih WTP. (awal-46)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *