GorutPemkab Gorut

Suleman Tekankan Disiplin Pegawai

162
×

Suleman Tekankan Disiplin Pegawai

Sebarkan artikel ini
Sekda Gorut, Suleman Lakoro saat melakukan sidak di salah satu kantor OPD. Selain menekankan kedisiplinan, dalam sidak itu, Suleman melihat dari dekat gedung dan ruang tempat kerja di beberapa OPD yang dinilai sudah tak layak. (Foto : hmskominfo_gorut)
GORUT (RAGORO) – Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), Suleman Lakoro melakukan inspeksi mendadak (sidak) perdana ke beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah itu, Selasa (8/2) kemarin.
Sidak yang dilakukan di pagi hari saat jam pelayanan di setiap kantor harusnya sudah dibuka itu, mendapati setidaknya ada 7 OPD yang kedisiplinan pegawainya untuk datang tepat waktu masih terbilang rendah. Terkait dengan disiplin pegawai ini, Suleman mengatakan, harusnya sesuai dengan ketentuan, setiap hari kerja pada pagi hari harus ada apel kerja. “Dan dari yang saya tinjau tadi, ada beberapa OPD yang saya temui memang, tingkat kedisiplinan untuk apel pagi itu masih rendah.
Tentu ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ungkap Suleman. Ia pun berharap, di bawah koordinir dirinya sebagai panglima ASN, disiplin para pegawai atau aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) dapat di tingkatkan lagi, sesuai dengan regulasi yang ada.
“Ke depan, kita akan sidak lagi dalam rangka  untuk meningkatkan disiplin, karena pimpinan jangan hanya berada di belakang meja, tetapi harus melihat langsung para stafnya yang berada di lingkungan kerja,” tegasnya. Di samping mengecek kedisiplinan pegawai, Suleman juga melihat situasi dan kondisi tempat kerja, mulai dari staf hingga pimpinan OPD. “Karena selama ini tersiar kabar bahwa gedung-gedung atau ruangan tempat kerja pegawai itu ada beberapa yang sudah tidak layak dipakai karena plafon kantor sudah ada yang ambruk, karena atap bocor dan sebagainya,” imbuhnya.
Dan memang dari data dan fakta yang ada di lapangan, Suleman mengaku, ada gedung atau ruangan kerja yang kondisinya tidak layak untuk ditempati.
“Sehingga di samping kita menyarankan, mengharapkan mereka (pegawai) untuk bekerja maksimal dan disiplin guna melahirkan inovasi-inovasi dan gagasan-gagasan yang baik, tetapi nyatanya itu tidak ditunjang oleh tempat kerja yang nyaman,” ujarnya.
Oleh karena itu, Suleman mengatakan, hal tersebut tentu menjadi catatan pihaknya yang nantinya dilaporkan ke pimpinan, dengan harapan ke depan dapat diambil langkah langkah antisipasi. “Makanya menindaklanjuti sidak itu, tadi (kemarin, red) juga kami sudah mengundang Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan untuk membicarakan itu dan sudah lahir  gagasan. Paling cepat kita akan anggarkan pada perubahan anggaran tahun ini dan paling lambat tahun anggaran 2023 mendatang,” terangnya.
Yang pasti, ke depan, Suleman berharap setiap OPD diupayakan agar gedung perkantorannya direnovasi. “Akan tetapi, mendahului itu kami akan memerintahkan Dinas PUPR untuk menghitung masing-masing OPD anggaran yang wajar itu berapa, dihitung secara teknis.
Karena memang secara sistem yang ada itu ruang-ruang kerja itu hampir sudah tidak layak untuk menjadi tempat kerja,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *