DPRD Provinsi

MG Kemasan Masih Langka di Usaha Ritel

124
×

MG Kemasan Masih Langka di Usaha Ritel

Sebarkan artikel ini
Salah satu kunjungan lapangan jajaran Komisi II Deprov di usaha ritel, terkait pemenuhan kebutuhan minyak goreng Satu Harga, belum lama ini. (foto: dok)

BOTU (RG) – Meski sudah tiga pekan lebih penerapannya, Minyak Goreng (MG) kemasan dengan Satu Harga yakni senilai Rp 14,000/liter atau Rp 28 ribu/2 liter, tetap masih langka alias susah didapatkan pemenuhannya oleh masyarakat, di sejumlah usaha-usaha ritel yang tersebar di provinsi Gorontalo. Sementara, harga MG kemasan di usaha kelontong atau warung swadaya milik masyarakat sendiri, harga MG kemasan, masih mayoritas dijual di kisaran harga Rp 20,000 – Rp 21,000/liter. Dengan alasan seperti di pekan-pekan sebelumnya, pemilik warung masih mendapatkan stok MG mereka, dengan harga lama.
Dimana, dari penelusuran koran ini, kelangkaan MG kemasan di usaha-usaha ritel, masih terjadi hingga akhir pekan kemarin. Karena, pengakuan para karyawan atau petugas di sejumlah usaha ritel, selain stok yang didistribusikan ke mereka, begitu terbatas. Juga diduga, ada kelompok masyarakat atau keluarga yang memborong MG, begitu mengetahui MG kemasan telah masuk atau didistribusikan di usaha ritel yang berdekatan dengan pemukiman mereka. “Pendistribusian minyak goreng kemasan di ritel ini, tidak menentu, pak. Tapi, cepat habis, begitu diketahui masyarakat. Karena diberlakukan aturan satu orang minimal hanya bisa membeli 2 liter saja. Maka diduga, begitu stok (MG) masuk, mereka memberitahukan ke anggota keluarga lain, atau masyarakat disekitarnya, untuk memborongnya.” ungkap salah seorang karyawan di usaha ritel, di bilangan kabupaten Gorontalo. “Sementara, kita tidak bisa melacak, satu per satu, setiap orang yang membeli minyak goreng kemasan. Apakah dari keluarga yang sama, dengan orang yang beberapa saat lalu, telah membelinya di ritel ini,” jelas dia.

JANGAN PANIK
Sementara itu, menyikapi fenomena kepanikan yang masih terjadi di masyarakat, pada pemenuhan MG kemasan ini, Ketua Komisi II Deprov, Espin Tulie, senantiasa menghimbau di sejumlah kesempatan, agar masyarakat jangan panik. “Karena pemerintah telah menjamin, penerapan minyak goreng dengan Satu Harga, sudah tersedia atau mencukupi bagi seluruh masyarakat di Indonesia, hingga 6 (enam) bulan ke depan,” jelas Espin. “Namun dalam menindaklanjuti masih terjadinya kepanikan di masyarakat ini, kami (Komisi II) telah menjadwalkan akan pula melakukan kunjungan lapangan ke perusahaan pemasok, atau pendistribusi minyak goreng di provinsi Gorontalo, guna memastikan ketersediaan stok-nya. Terlebih dalam menghadapi bulan Ramadhan dan lebaran, khususnya di provinsi Gorontalo,” terang srikandi PDIP dua periode di Parlemen Puncak Botu ini. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *