DPRD Provinsi

Per Juli 2022 APBN Olahraga hanya Biayai 4 Cabor di Gorontalo, Kurangi Atlitnya atau Cabor Dihilangkan?

181
×

Per Juli 2022 APBN Olahraga hanya Biayai 4 Cabor di Gorontalo, Kurangi Atlitnya atau Cabor Dihilangkan?

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di jajaran Komisi IV Deprov dengan pihak pengelola PPLP provinsi Gorontalo, kemarin. (foto: mispa)

BOTU (RG) – Pengembangan olahraga khususnya yang dibiayai melalui APBN maupun APBD setiap tahunnya di provinsi Gorontalo, dimintakan oleh jajaran Komisi IV Deprov, untuk lebih beroleh pengkajian kembali. Dengan dua alternatif, apakah dikurangi atlitnya atau cabang olahraga-nya (cabor) dihilangkan.

Hal ini mengingat, per Juli 2022 nanti, APBN olahraga yang pada tahun ini dialokasikan senilai Rp 1,6 Miliar, hanya kelak tinggal dikhususkan dalam membiayai 4 (empat) cabor saja, dari 7 (tujuh) cabor yang diikuti atau mengakomodir atlit-atlit Gorontalo.

Masing-masing Pencak Silat, Taekwondo, Karate, dan Atletik. Sementara, 3 (tiga) cabor lainnya, masing-masing Sepaktakraw, Anggar dan Tenis Meja, tidak lagi akan dibiayai oleh APBN.

“Mengapa? Karena, 4 cabor di provinsi Gorontalo, yang akan berlanjut pembiayaan oleh APBN mulai Juli 2022 itu, masuk dalam 14 cabor di DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) yang saat ini, tengah disusun PP-nya (Peraturan Pemerintah).

Sementara, 3 cabor yang tersisa itu, tidak lagi akan masuk dalam pembiayaan oleh APBN,” ungkap Wakil Ketua Deprov, Sofya Puhi, yang juga koordinator Komisi IV Deprov, seusai melakoni Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) provinsi Gorontalo, kemarin.

Dalam menindaklanjuti hasil kunjungan kerja Gabungan Komisi Deprov, di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, pekan lalu.

“Olehnya, pada RDP tadi (kemarin, red), kami sudah memintakan kepada pihak PPLP, ada dua alternatif untuk mensinergikan dan mengefektifkan anggaran pada pengembangan olahraga di provinsi Gorontalo.

Yakni, apakah dikurangi atlitnya, atau cabor-nya dihilangkan. Itu yang kita sudah mintakan, pengkajiannya kembali,” jelas Sofyan Puhi. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *