HeadlinesOpening

PEN Bukan Untuk Proyek Mubazir

171
×

PEN Bukan Untuk Proyek Mubazir

Sebarkan artikel ini
Ariston Tilameo

GORONTALO (RAGORO) – Dulu PIP sekarang PEN, apa bedanya. Pertanyaan ini dilontarkan sejumlah tokoh yang sepertinya khawatir jangan sampai ini sama dengan membangun terminal Dungingi yang sempat menjadi beban Pemkot.

Dulu peminjaman dan PIP memang ditentang habis-habisan oleh Gubernur Rusli Habibie, namun Walikota ketika itu merasa kalau terminal 42 harus pindah dari Andalas ke Dungingi.

Untungnya terminal Dungingi diambil alih pengelolaannya oleh Kementerian Perhubungan, dengan demikian beban Pemkot membayar utang sudah terlepas.

Sekarang Pemkot kembali meminjam dana dari PEN, apakah ini tidak memberatkan keuangan Pemkot.

Apa yang dilakukan Walikota yang sekarang, selain tidak dikomplain oleh Gubernur juga mendapat dukungan besar warga Kota, karena dana PEN itu dimanfaatkan untuk membangun Pasar Tua, jelas ini bukan proyek mubazir, dan proyek ini memang sangat dibutuhkan para pengusaha.

Apalagi ini merupakan janji kampanye Marten Taha. Aleg Dekot dari Fraksi PDIP, Ariston Tilameo menegaskan bahwa Dekot juga mendukung peminjaman dana PEN tersebut karena pemanfaatannya memang untuk kepentingan rakyat. (awal-46)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *