HeadlinesOpening

Masuk Jurang, Idah Tak Ciut

473
×

Masuk Jurang, Idah Tak Ciut

Sebarkan artikel ini
Idah Syahidah

GORONTALO (RAGORO) – Dibalik kelembutan seorang Idah Syahidah, ternyata menyimpan keberanian yang luar biasa. Lihat saja peristiwa kecelakaan mobil yang nyaris merenggut nyawa dia dan suaminya yang juga Gubernur Gorontalo.

Betapa tidak, mobil hardtop yang dikendarai Idah Syahidah terperosok ke dalam jurang sekitar 10 meter, tapi alhamdulillah, keduanya selamat dan tak ada luka sedikitpun.

Setelah mobil berhasil di derek ke atas, Idah ternyata tak ciut nyalinya, dia langsung duduk di kursi sopir dan kembali menyetir.

Karena sang istri tetap ngotot untuk menyetir, Rusli akhirnya mengalah meskipun semula dia sudah melarang istrinya untuk menyetir. “perempuan juga bisa, tenang aja, percaya deh pada perempuan,” kata Idah.

Mendengar itu, RH akhirnya mempercayakan nasibnya pada istri tercintanya itu dan perjalanan pun dilanjutkan kembali.

Idah memang sudah sering menyetir mobil dalam perjalanan jauh. Suami istri ini memang ‘gila’ touring dan mereka selalu gantian menyetir. Demikian halnya ketika mereka melakukan kunjungan kerja di Desa Buba’a, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.

Ketika itu, Gubernur mengikutsertakan rombongan Indonesia Off-Road Federation (IOF) Provinsi Gorontalo dalam rangka melakukan kunjungan ke beberapa Desa di Kecamatan Paguyaman Pantai.

Selain bertujuan menelusuri jalan yang akan berubah status menjadi jalan nasional, juga melakukan kegiatan bakti sosial berupa gebyar vaksinasi masal, khusus masyarakat dan pelajar di Kecamatan Paguyaman Pantai.

Tadi malam ketika berbincang di meja makan di rumah Moodu, RH sangat santai mengenakan kaus oblong dan sarungan. Orang nomor satu di Gorontalo itu bercerita panjang soal kecelakaan yang dialaminya.

dari cerita kecelakaan itu, ada dua kesimpulan yang bisa diambil. Pertama, keluarga ini selalu lepas dari cobaan, setelah banyak cobaan yang dialami selama ini, insyaAllah kecelakaan mobil ini adalah cobaan yang terakhir.

Kesimpulan kedua, keberanian seorang Idah. Kalau orang lain pasti sudah ciut dan tak berani lagi menyetir, apalagi untuk seorang perempuan.

Tapi nyali seorang Idah menunjukan kalau dia bukan seorang yang mudah menyerah, dan ini adalah karakter kuat seorang pemimpin. (awal-46)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *