Gorut

Proyek Bersumber PEN Action Tahun Depan, Bupati Gorut : Saya Berharap Perencanaan Segera Disusun

356
×

Proyek Bersumber PEN Action Tahun Depan, Bupati Gorut : Saya Berharap Perencanaan Segera Disusun

Sebarkan artikel ini
Penandatangan naskah Perjanjian Kerja Sama pinjaman pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang dilaksanakan secara virtual dan diikuti dari ruang rapat Dinas Kominfo Gorut. (Foto : hmskominfo_gorut)
GORUT (RAGORO) – Dapat dipastikan proyek pembangunan jalan dan jembatan termasuk peningkatan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (RS ZUS) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), mulai action tahun 2022 mendatang.
Ini setelah, baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut), dalam hal ini Bupati Indra Yasin telah menandatangani naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) pinjaman pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang dilaksanakan secara virtual dan diikuti dari ruang rapat Dinas Kominfo Gorut.
“Alhamdulillah saya sudah tandatangani, sehingga nantinya pelaksanaan di tahun 2022,” imbuh Indra.
Oleh sebab itu, Ia meminta ke OPD teknis dan pihak terkait lainnya untuk segera menyusun perencanaannya, khusus untuk jalan dan rumah sakit, termasuk jembatan yang ada di bypass Kwandang.
“Saya berharap tahun depan kalau itu sudah selesai, maka arus lalu lintas di Trans Sulawesi itu sudah bisa lancar,” ujarnya.
Selanjutnya kata Indra, kalau nantinya jalan di bypass telah selesai dan tersambung, maka pihaknya akan membicarakan lagi dengan pihak Kementerian PUPR, bahwa jalan bypass dialihkan untuk jalan negara, sehingga nanti Kementerian PUPR yang akan memelihara itu selanjutnya.
“Dan jalan yang di depan yang merupakan jalan trans Sulawesi yang masuk jalan nasional, barangkali dialihkan menjadi jalan provinsi, sehingga provinsi yang akan mengambil alih pemeliharaannya,” kata Indra.
Sehingga lanjut Bupati, semua jalan di Gorontalo Utara di 2022, dengan adanya PEN sampai di kecamatan bisa selesai sesuai jangka waktu atau perencanaan yang dilakukan.
“Di 2022 barangkali sudah selesai tentu saya juga merasa gembira bahwa jalan Trans Sulawesi yakni di bypass sudah bisa dilalui,” ujarnya.
Untuk itu, Ia meminta kepada OPD teknis dan pihak terkait lainnya untuk segera melakukan perencanaan dan tidak terlalu lama, karena nilai pinjaman yang disetujui sebesar Rp 193 Miliar. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *