by

6 Mahasiswa UG Lolos Program Pejuang Muda Kemensos

KAMPUS (RAGORO) – Proses seleksi Program Pejuang Muda Kementerian Sosial (Kemensos) Gelombang I telah selesai.

Para peserta yang lolos dalam seleksi ini pun telah diumumkan Senin kemarin (11/10). Dan diantara sejumlah peserta, enam (6) mahasiswa Universitas Gorontalo berhasil lolos dalam program ini.

Mereka ialah Jenal Igrisa, Yuyun Hilamuhu, Fadel Niu, Sri Susanti Wajipalu, Khalid Laode dan Man’uth Ishak.

Pejuang Muda merupakan laboratorium sosial bagi para mahasiswa muda dalam mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial yang konkret.

Melalui program Pejuang Muda yang setara 20 SKS ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Pemuka Masyarakat, Tokoh Agama setempat, serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.

Adapun benefit yang didapatkan peserta Pejuang Muda diantaranya, Honor/Uang Saku, Transport PP, Atribut (Kaos, Jaket, Rompi, Topi Rimba, Tas Ransel), Anggaran Hibah Dalam Negeri/Direktorat Jendral Pemberdayaan Sosial sebagai penghargaan atas Inovasi, Kreativitas, Nilai Kewirausahaan dan Keluaran serta Impact yang dihasilkan.

Perlu diketahui, bahwa Program Pejuang Muda telah diluncurkan Menteri Sosial Tri Rismaharini pada 17 September 2021 lalu.

Menurut Wakil Rektor III UG, Bidang Mahasiswa, Alumni dan Kerjasama, Dr. Dikson Junus, MPA, Program Pejuang Muda merupakan kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

“Program ini sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan masalah sosial di Indonesia dengan memberikan peluang kepada mahasiswa yang fokus pada kewirausahaan sosial,” ungkapnya.

Melalui program, kata Dikson, mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar secara langsung di masyarakat yang menjadi lokus program seperti daerah yang menjadi kantong-kantong kemiskinan, daerah pascabencana, dan daerah komunitas adat terpencil.

Mengacu pada tujuan Kemensos, Program Pejuang Muda bisa menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan pengetahuannya secara konkret di masyarakat. Ini sejalan dengan nama besar mahasiswa sebagai agen perubahan.

Menariknya, program ini bagian dari program merdeka belajar. Hasil program ini bisa menjadi nilai yang dikonversi dalam kurikulum.

“Jadi, program ini setara 20 satuan kredit semester (SKS). Kampus akan mengkonversi hasilnya menjadi nilai semester,” kata Dikson.

Ia berharap Program Kampus Merdeka Pejuang Muda di tengah masyarakat ini memberikan manfaat besar bagi siswa dan masyarakat sebagai lokus program.

Melalui program ini, mahasiswa memiliki peluang belajar sekaligus berkolaborasi dengan banyak pihak.

“Semoga berkah dan bermanfaat untuk kemajuan kita bersama, terutama kampus UG. Selamat dan sukses bagi Pejuang Muda Kemensos. Maksimalkan diri karena tidak semua punya kesempatan,” pungkasnya. (rg-63)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *