by

Mahasiswa UG Sumbang Medali Pertama Untuk Gorontalo

PON XX Papua Cabang Muaythai

KAMPUS (RAGORO) – Nama Silavana Nur’ain Mahamud saat ini memang sedang hangat diperbincangkan. Meskipun dia bukan peraih emas, Mahasiswa Semester 5 Fakultas Hukum, Universitas Gorontalo (UG) ini menjadi pembuka jalan, alias penyumbang medali pertama untuk Gorontalo di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Cabang Muaythai Kelas Under 48 Kilogram.

Silavana adalah atlet satu-satunya wakil Gorontalo di cabang ini. Anak keempat dari pasangan Husin Mahmud, SH, MH dan Ester Mo’oduto itu memang sangat menekuni sejumlah olahraga bela diri sejak kecil.

Hobi ini memang menjadi turunan dari keluarga yang senang akan olahraga. Lihat saja, ibu Silvana dulu ialah Atlet Bola Voli dan cabang Atletik. Kakak laki-laki Silvana merupakan Atlet di cabang Silat dan Wushu. Sementara kakak perempuan dan adik Silvana lebih suka dengan Silat.

Selain Muaythai, Silvana juga merupakan Atlet Wushu dan Karate. Dia mampu meraih sederet prestasi pada tiga cabang olahraga itu sekaligus. Di usia 14 tahun, Silvana sudah menjadi juara pertama Kadet Putri Muaythai dalam Pra Kualifikasi I PON XIX Jawa Barat dan juara satu Liga Nasional Muaythai Seri V.

Di usia 15 tahun, Silvana kembali meraih juara ketiga di Liga Nasional Muaythai Seri VIII, serta menjadi runner up pada Pra Kualifikasi PON XX tahun 2019. Jika di PON tahun 2016 kemarin Silvana gagal membawa pulang medali di cabang Wushu, tahun ini anak kelahiran kabupaten Bone Bolango itu berhasil membawa Perunggu di cabang yang berbeda untuk Gorontalo.

Bagi Silvana, seni bela diri asal Thailand itu lebih memacu semangat dan keyakinannya dibandingkan jenis bela diri yang lain. Jika di Karate pukulannya harus dikontrol, maka di Muaythai lebih bebas. Jadi, lebih ekpresif, katanya.

Ditempat terpisah, Wakil Rektor III, Bidang Mahasiswa, Alumni dan Kerjasama, Dr. Dikson Junus, MPA, sangat memuji dan memberikan apresiasi kepada Silvana yang merupakan mahasiswa aktif di UG. Menurut Dikson,
bidang olahraga Karate sudah lama menjadi favorit di UG. Iya, olahraga Karate, termasuk Muaythai selama ini dibimbing sangat baik oleh salah seorang pelatih yang juga dosen UG, Ir. H. Aleks Olii, M.Sc, SH, MH.

“Anak didik beliau termasuk mahasiswa UG telah banyak menjuarai berbagai event nasional dan internasional. Mahasiswa UG banyak menjadi juara di tingkat nasional, regional dan daerah. Dan Alhamdulillah, tahun ini salah satu anak didik beliau, yakni mahasiswa Fakultas Hukum UG meraih medali perunggu di PON XX Papua,” terang Dikson.

Ini merupakan suatu prestasi non akademik yang mampu diraih oleh mahasiswa Fakultas Hukum UG. Tentunya pihak kampus, kata Dikson, akan memberikan penghargaan kepada mahasiswa UG yang berprestasi.

“Selama ini
rektor UG selalu memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi, baik itu akademik maupun non akademik. Kita akan mempertahankan ini, bahkan terus meningkat prestasi mahasiswa,” tambahnya menjelaskan.

Perlu diketahui, dalam kurikulum UG, setiap fakultas harus memiliki mata kuliah kokurikuler. Mata kuliah ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga, kesenian dan bidang lainnya. Tak hanya itu, dalam organisasi BEM UG juga ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang olahraga, kesenian, pecinta alam dan sebagainya. UKM ini melakukan kegiatan pelatihan berdasarkan bidang UKM yang dimaksud, termasuk UKM olahraga. (rg-63)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *