KotagorOpening

Tinjau PTM Terbatas, Walikota : Pastikan Dilingkungan Sekolah Sudah di Vaksin

147
×

Tinjau PTM Terbatas, Walikota : Pastikan Dilingkungan Sekolah Sudah di Vaksin

Sebarkan artikel ini
Walikota Marten A. Taha tinjau PTM di SMP 8 Kota Gorontalo, Senin (27/9, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Gorontalo awal ujicoba dimulai Senin(27/9/21).

Walikota Gorontalo Marten A Taha memastikan yang berada di lingkungan sekolah adalah orang-orang yang telah di vaksin.

Sedangkan yang belum (berkendala sakit), tidak diizinkan untuk masuk ke dalam sekolah. “Yang berada disekolah melaksanakan PTM tesebut bagi mereka yang sudah divaksin, minimal vaksin pertama.

Demikian halnya, bagi mereka yang berkendala (sakit) walaupun tampa Covid-19, tidak di izinkan untuk masuk di sekolah, “ujar Maren A. Taha usai melakukan peninjauan di beberapa sekolah, terkait pembukaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Gorontalo, kemarin.

Marten juga menilai awal pembukaan pembelajaran tatap muka terbatas berdasarkan hasil pemantaunnya di beberapa sekolah sudah berjalan dengan baik. Dalam artian, dari sisi penyambutan, hingga penantaan ruangan kelas dilengkapi dengan alat pengukur suhu, sabun cuci tangan, sejak pertama kita sebelum masuk didalam ruangan kelas.

“Pembukaan PTMT ini, alhamdulillah penyediaan sarana prasarana penegakkan protokol kesehatan telah dilaksanakan dengan baik, “ujar Marten.

Selanjutnya, kata Marten juga pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama untuk membahas pelaksanaan PTM ini.

Alasanya, karena ada beberapa sekolah di Kota Gorontalo dibawah naungan Kemenag. Pada intinya, kami akan memilih sekolah yang sudah siap untuk melaksanakan PTM Terbatas pada tahap awal ini.

Dirinya juga menyebut, untuk awal pelaksanaan PTM terbatas ini tidak seluruhsekolah yang melaksanakan PTM terbatas.

Kata Marten, hanya ada 51 sekolah yang melaksanakan PTM dari 100 sekolah untuk tingkat SD di Kota Gorontalo.

Dengan dimulainya masa uji coba PTM terbatas Marten berharap, Dinas Pendidikan bersama jajarannya agar bisa melakukan pemantauan secara rutin. Sehingga, dapat memastikan PTMT dapat berjalan dengan prosedur.

“Kami telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang merupakan pedoman untuk sekolah penyelenggara pendidikan di Kota Gorontalo.

Olehnya itu semua harus patuh, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semuanya, “tandasnya.(tr11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *