oleh

Prof. Mahludin : Samakan Mindset Untuk Program MBKM

KAMPUS (RAGORO) – Yayasan Pendidikan Duluwo Limo lo Pohala’a (YPDLP) Universitas Gorontalo (UG), Jum’at kemarin (27/8) melaksanakan kegiatan Reassessment Dosen dan Karyawan, di Auditorium kampus UG.

Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan SDM Profesional dan Berkualitas”, yang dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah (GOSULUTTENG), Prof. Mahludin Baruadi, Ketua Dewan Pembina Yayasan, Dr. H. Rustam Akilie, Ketua Dewan Pengawas Yayasan, Dr. Robby Hunawa, Ketua Dewan Pengurus Yayasan, Dr. Moh Rolli Paramata, Rektor UG, Dr. Ibrahim Ahmad, para Wakil Rektor, Kepala-Kepala Lembaga, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, seluruh staf dosen, karyawan dan yayasan yang berjumlah 174 peserta.

Mengawali sambutan, Kepala LLDikti Wilayah XVI, Prof. Mahludin banyak menekankan perihal perubahan mindset indikator perguruan tinggi saat ini kepada para dosen dan karyawan.

Menurut dia, sejak awal periode kedua Presiden Jokowi melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) menjadi satu hal yang harus diwujudkan perguruan tinggi.

“Mau tidak mau ini harus dilaksanakan, mulai dari unsur pimpinan dosen dan karyawan harus punya mindset yang sama di dalam mewujudkan program MBKM,” ungkapnya.

Dari sisi kelembagaan, LLDikti akan sangat mensupport UG, karena perubahan minset ini sangat penting bagi perguruan tinggi.

Dia juga menguraikan indikator kinerja utama yang harus dilakukan UG. Diantaranya, lulusan UG harus mendapatkan pendapatan yang layak diatas UMR, mahasiswa harus punya pengalaman belajar di luar kampus, para dosen harus berkegiatan di luar kampus untuk memberikan kinerja yang lebih baik, praktisi harus masuk ke kampus, terutama mereka yang profesional di dunia industri, indikator kerjasama antar prodi dan kerjasama di lingkungan internasional.

“Inilah indikator kinerja utama kampus di masa depan. Selain itu, kita diminta pula harus ada indikator kinerja tambahan (IKT). Termasuk proses peningkatan mutu dan kualitas, yakni akreditasi. Akreditasi kedepan adalah salah satu syarat mutlak untuk menunjukkan bahwa kampus itu ada,” terangnya.

Ketua Dewan Pengawas Yayasan, Dr. Robby Hunawa menyambut baik pelaksanaan reassessment ini. Baginya reassessment akan sangat membantu YPDLP mengetahui kompetensi dan karakteristik dosen maupun karyawan yang UG dan Yayasan.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Yayasan, Dr. Moh. Rolli Paramata menjelaskan, bahwa pelaksanaan reassessment ini akan berlangsung selama 3 hari di kampus UG. “Ada 5 dimensi sebagai ukuran reassessment ini, yaitu Task Skill, Task Managemen Skill, Contigency Managemen Skill, Job Role Enviroment Skill, dan Transfer Skill,” tukasnya.

Sesuai informasi, kegiatan reassessment ini diawali dengan Swab Antigen pada 26 Agustus. Tanggal 27-28 Agustus tes ujian tertulis yang meliputi tes psikologi, kepemimpinan dan pelaksanaan tugas dan fungsi.

Kemudian ada wawancara yang dilaskanakan secara offline dan online. Tes online akan diikuti oleh dosen yang sedang melaksanakan studi di luar daerah. Adapun tim penilai eksternal akan diketuai Kepala LLDikti Wilayah XVI, Prof. Mahludin Baruadi, anggota, Basri Amin, P.Hd dan Tim Psikolog dari Universitas Indonesia. Implementasi hasil reassessment ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 September 2021. (rg-63)

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.