oleh

Audiensi Bersama Gubernur DKI Jakarta, Walikota Implementasikan Program Kegiatan Pemkot Gorontalo

PEMKOT (RAGORO)- Melakukan audiensi bersama Bapak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertempat Balai kota DKI Jakarta, Rabu (15/9/21) kemarin, Walikota Gorontalo Marten A, Taha bahas implementasi program kegiatan di Pemerintah Kota Gorontalo.

Dalam agenda tersebut pertama terkait digitalisasi UMKM di Kota Gorontalo, Marten mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Gorontalo sedang mengembangkan marketplace lokal yang dinamai Marketlace Terpadu (MT).

Menurutnya, martekplace terpadu, tersebut dirancang untuk memfaslitasi proses pembelian online antara masyarakat umum dan UMKM.

“Mengfasilitasi pengadaan barang dan jasa oleh perangkat daerah dengan batasan 50 ribu yang terintegrasi dengan program bela pengadaan yang dikelolah oleh LKPP RI.

Demikian halnya pengadaan barang dan jasa dilingkungan BLUD Kota Gorontalo, dan pengadaan barang dan jasa di BUMD Kota Gorontalo, “ujar Marten dalam duskusi forum tersebut. Demikian halnya, terkait dengan ringkasan program kerja unggulan TPID ditahun 2020.

Marten mengungkapkan, program stabilitas harga seperti halnya bahan kebutuhan pokok melalui kegiatan-kegiatan shoping point dimasa pandemi.

Demikian halnya, juga kata Marten inplementasi program kegiatan seperti halnya ketersediaan pasokan, dari pemberian bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa padi, kemudian pemberian bantuan biffer stok bibit tanaman cabai dan pemberian bantuan pengembangan pemanfaatan pekerangan.

“TPID Kota Gorontalo, merealisasikan program stabilan harga bahan kebutuhan pokok melalui kegiatan patali Shoping Point yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo yang bekerjasama dengan pihak swasta.

Semua ini terjalin dengan adanya komunikasi yang efektif, sepertihalnya melakukan komunikasi dan kerja sama dengan TPID Provinsi Gorontalo, Kantor Perwakilan BI Gorontalo, BPS serta berbagai pihak terkait dampai ditingkat masyarakat, “ucapnya.

Demikian halnya kata Marten, terkait dengan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dengan sesering mungkin untuk melakukan komunikasi yang efektif.

Terakhir kata Marten, untuk dievaluasi atau tindak lanjut yang akan dilaksanakan bersama intansi terkait.(tr11).

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.