Kotagor

Jusmiaty Ajak Bunda PAUD Sekota, Tidaklah Bosan

189
×

Jusmiaty Ajak Bunda PAUD Sekota, Tidaklah Bosan

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kota Gorontalo pada saat memberikan sambutan pada acara, Bimtek peningkatan penyelenggaraan PAUD, Senin (6/9, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Bunda PAUD merupakan penggerak utama dalam pembinaan layanan pendidikan anak usia dini. Disebabkan, peran bunda sangatlah terpenting dalam kehidupan berkeluarga. Olehnya itu, Bunda PAUD Kota Gorontalo Jusmiaty Kiayi Demak Taha mengajak agar para bunda se Kota Gorontalo tidaklah bosan dalam mendidik anak-anak. Dalam artian, anaklah masa depan bangsa Indonesia.

Hal ini seperti yang diungkapkan, Jusmiaty saat memberikan sambutan pada acara bimbingan teknis Bunda PAUD se Kota Gorontalo, Senin (6/9/21) kemarin.

Jusmiaty juga memberikan penguatan bagi Bunda PAUD agar dalam beraktivitas, sebagai guru PAUD menjadi teladan dihadapan anak.

Dalam artian, anak selalu di didik dengan tutur kata yang memiliki nilai positif dilingkungan masyarakat. Agar, dikelangkan masyarakat atau maju ke jenjang SD nanti memiliki tutur kata yang baik dan berguna bagi masyarakat serta bangsa negara ini.

“Saya menitipkan, agar permasalahan keluarga jangan sampai terungkap didepan anak-anak kita. Dan ini nantinya akan menjadi, memori penyimpanan bagi anak kita nanti. Orang tua adalah panutan anak-anak kita nanti, “jelas Jusmiaty.

Lanjut, terkait dengan peran bunda PAUD dalam perkembangan pendidikan keluarga, Jusmiatu menegaskan peran Bunda PAUD mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat dalam mendukung pembinaan penyelenggaraan dan pengembangan layanan PAUD berkualitas, serta memotivasi pengelola, penyelenggara, pembina serta guru dan tenaga pendidikan dalam menyelenggarakan layanan PAUD berkualitas.

“Peran Bunda PAUD juga untuk memberikan saran, masukan dam rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung pelaksanaan layanan PAUD berkualitas, “jelas Jusmiaty.

Untuk mewujudkan generasi yang berkualitas dan pancasilais sejak usia dini adalah merupakan tanggung jawab kita semua.

Dalam artian, tanggung jawab keluarga sebagai peletak dasar konsep-konsep pendidikan usia dini, tanggung jawab sekolah dalam penghayatan dan pengembangan anak usia dini, dan tanggung jawab masyarakat dalam pengamalan dan dukungan dalam bentuk pengembangan hal-hal psoitif dalam perkembangan anak usia dini.

Dirinya juga mengatakan, bagaimana anak cucu kita ke depan ini terletak pada bagaimana cara kita untuk membiasakan, memberi contoh perilaku dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak cucu kita nanti.

“Ingat, anak adalah peniru yang ulung. Hati-hati ketika berucap, berperilaku dan segala gerak gerik kita dihadapan anak, “tutup Jusmiaty.(tr11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *