BonbolOpening

8.000 KK di Bonebol Tak Punya Dokumen Nikah

197
×

8.000 KK di Bonebol Tak Punya Dokumen Nikah

Sebarkan artikel ini
BUPATI HamiM Pou berdiskusi langsung dengan para peserta sidang itsbat. (foto/istimewa)

BONE BOLANGO (RAGORO)- Sebanyak 8000 Kepala Keluarga (KK) di Bone Bolango tidak punya akta nikah. Hal ini terungkap saat sidang itsbat nikah terpadu di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tapa, Kamis (26/8/2021).

Sidang itsbat nikah terpadu tahun 2021 ini merupakan kerjasama antara Pengadilan Agama Suwawa, Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango, dan Pemerintah Daerah Bone Bolango.

Ketua Pengadilan Agama Suwawa, Kaharudin Anwar mengatakan sidang itsbat nikah terpadu ini merupakan bentuk kecintaan terhadap warga Bone Bolango dan juga sebagai tindak lanjut amanat Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo.

“bulan kemarin kita sudah verifikasi sebanyak 66 pasangan suami istri yang belum tercatat pernikahannya, namun yang memenuhi syarat hanya 33 pasangan,” katanya.

Kahaudin menambahkan sumber anggaran dalam pelaksanaan sidang itsbat nikah terpadu ini berasal dari dana prodeo Pengadilan Agama Suwawa yang diperuntukkan untuk warga kurang mampu.

Kaharudin berharap program sidang itsbat nikah terpadu ini bisa berkelanjutan dimasa yang akan datang. Bahkan kalau perlu bisa dilakukan setiap bulan mengingat hal seperti ini masih banyak di Kabupaten Bone Bolango.

“karena masih sekitar 8000 KK berdasarkan data di Dukcapil Bone Bolango pasangan yang menikah sirih dan belum memiliki dokumen pernikahan, maka dengan sinergitas kita, insyaAllah bisa memecahkan persoalan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan, dengan adanya sidang itsbat nikah terpadu ini, tidak akan ada lagi alasan warga Bone Bolango untuk tidak mencatatkan pernikahan secara sah di Pemerintah.

“semua ini gratis dan hal ini juga bisa memudahkan kita untuk mendapatkan pelayanan serta mengurus dokumen lainnya ke depan,” tuturnya. (awal-46)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *