Kota GorontaloOpening

Walikota Berharap Kota Gorontalo Kembali Terima Penghargaan

169
×

Walikota Berharap Kota Gorontalo Kembali Terima Penghargaan

Sebarkan artikel ini
Marten A. Taha

PEMKOT (RAGORO)- Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pengendalian Inflasi kembali dilaksanakan pada Rabu (25/8/21) hari ini, secara virtual yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Walikota Gorontalo Marten A. Taha berharap pada Rakor nasional pengendalian inflasi nanti mendapat hasil yang baik.

“Biasanya kalau di undang dalam rakor tersebut, sudah ada tanda-tanda terbaik dalam TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah). Minimal nominasi sudah bagus, dan alhamdulillah Pemerintah Kota Gorontalo salah satu yang diundang dalam rakor bersama Provinsi Gorontalo, “ungkap Marten, Selasa (24/8/21).

Dalam ketentuan penilaian, inflasi yang terkendali karena peran langsung tim di daerah yang aktif dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta aktif dalam melakukan komunikasi.

Marten mengatakan, demi menjaga suatu kestabilan harga disuatu daerah tentunya bagaimana kita menjaga terjadinya inflasi.

Menurutnya, walaupun pertumbuhan ekonomi tinggi akan tetapi inflasinya tidak terkendali, maka masyarakat akan tetap merasa susah dalam hal daya beli.

“Yang kita jaga ini daya beli masyarakat, apalagi ditengah pandemi Covid-19 pada saat ini, harus dikendalikan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya, “ucapnya.

Apasaja langkah-langkah yang di ambil oleh Pemerintah ?, Marten menegaskan, inflasi di Kota Gorontalo pada bulan Juli 2021 berada pada angka 2,54 (posisi normal).

Dikarenakan inflasi tersebut harus 3 persen ples mines hingga sampai 4 persen, dengan langkah-langkah yang dilaksanakan kata Marten, pihaknya tetap berada pada langkah basis 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif).

“Jadi kita harus memastikan, barang-barang kebutuhan pokok masyarakat itu harus tersedia dipasar. Jangan sampai terjadi kelangkaan.

Sebab, pada prinsip ekonomi jika barang langkah, sudah tentu mahal harganya. Olehnya itu, tugas pemerintah melakukan operasi pasar, dan hal tersebut pemicu terjadi inflasi, “jelas Marten.

Sementara itu, Kepala Unit Fungsi Perumusan Kebijakan Daerah Bank Indonesia Cabang Gorontalo Hendro Syaraid menambahkan, inflasi di Kota Gorontalo hingga saat ini (bulan Agustus) ada potensi penurunan (deflasi).

Bahkan dirinya mengatakan persiapan sampai diakhir tahun, kita harus antisipasi dengan iven-iven yang ada. Dengan harapam pasokan-pasokan yang ada tersebut nantinya juga akan tersedia dengan baik.

“Tadi kami juga sudah rapat dengan Walikota, pak Sekda, dan sudah kami susun program-programnya seperti apa, hingga di akhir tahun ini mudah-mudahan target inflasi kita tetap dalam range 3 persen, ples mines 1 persen, “ucapnya.

Dirinyapun berharap dibulan agustus hingga diakhir tahun mengalami deflasi, dikarenakan kata Hendro, berdasarkan laporan dari dinas terkait pasokan terjaga, dan cuaca juga mulai mendukung. “Mudah-mudahan di bulan agustus ini mengalami deflasi, “tandas Hendro.(tr11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *