Provinsi

Wujudkan Kualitas Gabah Padi Berkualitas, Okto : Biar Harga Jual Padi Petani Naik

201
×

Wujudkan Kualitas Gabah Padi Berkualitas, Okto : Biar Harga Jual Padi Petani Naik

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Aleg DPRD Provinsi Gorontalo Mengawal Kebijakan Rakyat.

GORONTALO (RAGORO)- Bukan hanya program pertanian harus berkesinambungan, namun bagaimana pula hasil pertanian petani khususnya gabah padi menghasilkan output yang baik.

Anggota Deprov Oktohari Dalanggo mengatakan tidak dipungkiri kualitas hasil pertanian khususnya padi ikut menentukan taraf hidup petani.

” Jika output dihasilkan kurang bagus maka harga jual beras menurun ” kata Oktohari Dalango. Tentu hal ini diharapkan peran OPD dinas pertanian bagaimana memformulasikan bagaiamana para petani menghasilkan khsusunya gabah padi berkualitas.

Disisi lain saat ini beras lokal kita di Provinsi Gorontalo kalah bersaing dengan petani Sulsel, sehingga tidak pungkiri mengapa hidup petani hanya sebagian masuk level sejahtera.

Disisi lain kami DPRD Provinsi Gorontalo berharap pemerintah daerah tetap memberikan perlindungan kepada para petani agar bisa mandiri.

“Harus ada proteksi dari pemerintah terhadap komoditas unggulan pertanian agar petani bisa mandiri dan sejahtera,” Oktohari Dalanggo.

Proteksi yang dimaksudkan adalah kesinambungan program pemerintah di sektor pertanian mulai dari pra panen hingga pasca panen.

Kegiatan pra panen lanjutnya bisa diwujudkan dengan penyediaan sarana produksi misalnya bibit, pupuk, dan jaringan irigasi. Sementara pasca panen yakni jaminan pasar dan stabilitas harga jual agar petani tidak terjerat praktek ijon dan tengkulak.

“Intervensi ini bukan untuk memanjakan petani tapi jalan menuju kemandirian,” tambahnya. Disisi lain, kebijakan ini akan memperkuat terwujudnya agropolitan didaerah-daerah sentra produksi pertanian misalnya di wilayah Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Gorut, Boalemo dan Pohuwato.

“Kita harus bisa mempertahankan kejayaan jagung dalam memperbaiki kesejahteraan petani,” sarannya.

Olehnya proteksi pemerintah daerah ini diyakininya akan memicu kembali produktifitas pertanian. Karena kalau stabilitas harga terjaga petani pasti akan berlomba-lomba memacu produktifitasnya.

“Kalau produktifitas meningkat tidak hanya jagung tapi juga komoditas lain misalnya beras, maka akan merangsang pertumbuhan industri agro sesuai dengan karakteristik wilayah,” pungkasnya. (RG-57)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *