OpeningProvinsi Gorontalo

Tempat Hiburan Masih Ramai, Gubernur Usul Razia dan Swab Ditempat

213
×

Tempat Hiburan Masih Ramai, Gubernur Usul Razia dan Swab Ditempat

Sebarkan artikel ini
Foto : Rusli Habibie
GORONTALO (RAGORO) – Covid 19 atau yang lebih dikenal sebagai corona virus disease terus menjadi isu penting di Provinsi Gorontalo. Untuk bisa memutus penyebaran covid-19 ini, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengajak seluruh Forkopimda Gorontalo, untuk sama-sama terus menyatukan presepsi. Hal ini menjadi penekanan gubernur saat memimpin rapat diperluas dengan Forkopimda Gorontalo, secara daring Senin (5/7/2021).
“Kita ini sudah capek, kadang emosi melihat masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Apa yang kita perbuat ini, kita pikirkan 1×24 jam, anggaran direcofusing, ini semua untuk melindungi masyarakat. Tapi kadang-kadang kesal, melihat masyarakat terlalu santai seperti menyerahkan hidupnya kepada kita. Jadi bagaimana kita menyadarkan masyarakat bahwa inti dari pemutusan penyebaran covid-19 adalah patuh akan prokes,” kata Rusli.
Lebih lanjut, Gubernur Rusli kembali mengevaluasi masing-masing bupati/wakilota untuk melaporkan perkembangan covid-19 di wilayahnya. Rusli menyarankan semua aturan yang dikeluarkan harus dipatuhi. Contohnya di Kota Gorontalo, telah dikeluarkan Perwako terkait pembatasan jam malam, tetapi masih banyak tempat hiburan seperti cafe-cafe yang banyak pengunjungnya, tidak prokes bahkan tutup melebihi jam yang dibatasi.
“Tapi saya tahu juga di Kota Gorontalo ini yang datang bukan hanya orang kota, ada yang dari Bone Bolango, ada yang dari Kabupaten Gorontalo dan lainnya. Saya usulkan bagaimana kalau kita razia tempat-tempat hiburan, kita bawa tim medis. Nah yang berkerumun itu kita langsung swab di tempat, jika positif akan kita kenakan sanksi. Kita harus tegas seperti kata pak Kapolda dan Pak Danrem tadi, jangan lengah dengan prokes,” tambahnya.
Ketegasan Rusli ini berdasarkan kekhawatirannya karena beberapa Provinsi di Indonesia seperti Jawa dan Bali, tingkat penularan covid-19 masih sangat tinggi. Bahkan telah diterapkan PPKM darurat akibat tinnginya penyebaran covid-19 di Jawa dan Bali. “Jadi inti dari pertemuan ini saya minta masukannya dari semua forkopimda, kita bahas sampai dengan anggarannya, dan ketiga soal percepatan vaksinasi,” tutupnya. (Mey-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *